WIRAUSAHA
dan KESUKSESAN
Kata WIRAUSAHA sudah menjadi kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Banyak bertebaran di dunia berbagai artikel tentang dunia wirausaha. Mulai dari yang ditulis oleh sang ahli sampai dengan hasil saduran para kurcaci.
Apa sebenarnya wirausaha itu?
Wirausaha terdiri dari 2 kata yaitu wira dan usaha.
menurut KBBI, wira berarti
- pahlawan; laki-laki
- a bersifat jantan (berani); perwira
dan usaha berarti :
- n kegiatan dengan mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai suatu maksud; pekerjaan (perbuatan, prakarsa, ikhtiar, daya upaya) untuk mencapai sesuatu: bermacam-macam -- telah ditempuhnya untuk mencukupi kebutuhan hidup; -- meningkatkan mutu pendidikan
- n kegiatan di bidang perdagangan (dengan maksud mencari untung); perdagangan; perusahaan: -- perkayuan mengalami kemajuan; --nya di bidang tenun ikat berkembang pesat
jadi kata wirausaha brarti kegiatan usaha atau bisnis mandiri di mana segala sumber daya dan upaya dibebankan kepada pelaku (disebut sebagai wirausahawan) dalam mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, maupun menyusun suatu operasinya dan memasarkan serta mengatur permodalannya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk hasilkan sesuatu yang bernilai lebih tinggi dari sebelum diolah seperti yang dilansir oleh dewawe.com.
Namun bukan itu yang menjadi fokus bahasan kita kali ini. Bukan soal definisi, tapi apa yang sangat dibutuhkan untuk bagi seseorang untuk menjadi seorang wirausaha yang sukses. Dan ternyata idak selalu berhubungan dengan uang. Setidaknya begitu menurut para ahli dan praktisi, sebut saja David J Schwartz, Dale Carnegie, John C Maxwell, Bob Sadino, dan Deddy Corbuzier.
Pertama kali yang sangat dibutuhkan untuk menjadi seorang wirausaha dalam usahanya untuk sukses adalah sikap mental. Apabila dibedah lagi, sikap mental yang dimaksud adalah :
Berpikir Besar
Berpikir besar di sini maksudnya adalah berani bermimpi, berani bercita - cita dan harus jelas. Misalnya 5 tahun lagi saya akan menjadi pengusaha percetakan yang sukses dan memiliki minimal 3 cabang di kota besar. Jangan takut bercita-cita. Seorang kawan pernah berkata Jika Anda takut untuk bercita - cita, berarti Anda meragukan kekuasaan Allah SWT.
Fokus
Setelah berani bercita - cita, bermimpi, dan menentukan target, fokus pada bidang yang ditekuni adalah langkah selanjutnya. Jika fokus, maka segala sesuatu yang dilakukan adalah yang berhubungan dengan cita - cita dan yang dapat menunjang pencapaian mimi tersebut. Berani bermimpi berani bertanggung jawab.
Berpikir Realita
Bercita - cita adalah gambaran tujuan akan ke mana kita. Sedangkan berpikir realita adalah kondisi kenyataan yang dihadapi saat ini. Sebagai contoh perumpamaan, jika tujuan kita adalah akan datang masuk ke kawasan Monas di Jakarta, berpikir realitanya adalah saat ini kita ada di Bogor. Sehingga kita bisa menyusun strategi bagamana caranya kita ke Monas dari Bogor.
Beradaptasi
Hal ini merupakan hal yang penting yang tidak dimiliki oleh semua orang. Dunia selalu berubah. KIta harus beradaptasi mengikuti perubahan tersebut agar tidak terlindas hilang oleh perubahan zaman. Namun harus tetap fokus pada tujuan besar kita agar selalu konsisten meniti jalan kesuksesan.
Tidak Alergi Kompetitor
Kompetitor atau saingan adalah sesuatu yang dibutuhkan dalam membangun bisnis. Tidak perlu takut, khawatir. Dan tidak boleh juga berpikir licik untuk menjatuhkan dan menghancurkan saingan. Jadikan saingan adalah pemicu dan pemacu kita agar menjadi lebih baik lagi.
Selalu Meminta Dukungan Yang Maha Kuasa
Sebagai manusia beriman, kita sadar bahwa segala apa yang kita inginkan dan usahakan akan tidak berarti apa - apa jika tidak mendapat Ridho Allah SWT. Karena itu selalu sertaakan Allah SWT dalam setiap usaha kita. Jadilah manusia yang dicintai-Nya. InsyaAllah akan selalu ada jalan keluar bagi hamba-Nya yang bertaqwa.
mantap..
BalasHapus